Piala Dunia FIFA 2026 menyaksikan para kiper berperan penting dalam setiap pertandingan, dengan penyelamatan krusial, aksi heroik saat penalti, dan penampilan yang memukau. Beberapa nama besar memberikan kontribusi besar, sementara beberapa kiper yang tidak dikenal sebelumnya berhasil mencuri perhatian dengan penampilan gemilang mereka.
Berikut adalah sepuluh kiper terbaik di Piala Dunia 2026, menurut Planet Football.
Vozinha dari Cape Verde muncul sebagai salah satu cerita terbesar di turnamen ini. Kiper Cape Verde tersebut mencatatkan tujuh penyelamatan dalam laga tanpa gol melawan Spanyol dan tampil cemerlang saat menghadapi Argentina, termasuk melakukan delapan penyelamatan saat berhadapan dengan Lionel Messi.
Unai Simon dari Spanyol juga memainkan peran penting dalam kemenangan timnya, hanya kebobolan satu gol dan mencetak rekor dengan 650 menit tanpa kebobolan. Posisi dan kemampuannya mengendalikan ruang lapangan membantu Spanyol mempertahankan garis pertahanan yang tinggi.
Diogo Costa dari Portugal menjadi kiper yang tak tergantikan selama perjalanan timnya, dengan persentase penyelamatan terbaik di antara kiper yang menghadapi tekanan besar. Costa terpilih sebagai Pemain Terbaik dalam laga imbang tanpa gol melawan Kolombia, namun penampilannya yang paling mengesankan terjadi ketika Portugal mengalahkan Kroasia. Bahkan saat kalah dari Spanyol, dia berhasil melakukan lima penyelamatan dari enam tembakan.
Orlando Gill dari Uruguay juga tampil menonjol setelah kekalahan di laga pembuka. Gill melakukan banyak penyelamatan penting, termasuk di fase knockout, dan menjadi salah satu bintang kejutan turnamen ini.
Gregor Kobel dari Swiss membantu timnya mencapai perempat final untuk pertama kalinya sejak 1954 dengan serangkaian penyelamatan krusial. Keberaniannya dalam adu penalti dan penampilan konsisten membuatnya menjadi salah satu kiper terbaik di turnamen ini. Kiper Dortmund tersebut melakukan beberapa penyelamatan mengesankan selama 120 menit sebelum menghentikan tendangan penalti yang sangat penting.
Patrick Beach dari Australia muncul sebagai bintang kejutan setelah ditunjuk sebagai kiper utama tim. Ia menunjukkan performa percaya diri dengan banyak penyelamatan penting selama debut Piala Dunianya. Beach terlihat seperti veteran internasional pada empat pertandingan pertamanya, melakukan penyelamatan yang mengesankan dalam debutnya melawan Turki serta memberikan kehadiran yang dapat diandalkan saat melawan Amerika Serikat dan Paraguay.
Zion Suzuki dari Jepang mengukuhkan reputasinya dengan penampilan yang mengesankan. Kemampuannya menghentikan tembakan, ketenangan dalam penguasaan bola, dan pengendalian area penalti menunjukkan potensinya. Suzuki menunjukkan kualitasnya di empat pertandingan, terutama saat melawan Brasil, di mana ia menggagalkan tembakan Vinicius Jr. dengan penyelamatan yang luar biasa dan hampir mencegah gol kemenangan Gabriel Martinelli di akhir pertandingan.
Yassine Bounou dari Maroko terus meneguhkan reputasinya sebagai spesialis penalti, melakukan empat penyelamatan penalti selama turnamen. Ia juga tampil mengesankan dalam permainan terbuka, termasuk enam penyelamatan saat melawan Prancis.
Mostafa Shobeir dari Mesir mencetak kampanye Piala Dunia yang tak terlupakan, menyelamatkan penalti Lionel Messi dan menjadi kiper keempat dalam sejarah yang berhasil menyelamatkan dua penalti dalam satu turnamen.
Emiliano Martinez dari Argentina mungkin memiliki turnamen yang lebih tenang dibandingkan dengan aksi heroiknya di 2022, namun tetap berperan penting dalam perjalanan Argentina ke final. Ia melakukan 11 penyelamatan di laga final meski harus bermain dengan cedera jari.
Piala Dunia 2026 menegaskan pentingnya penjagaan gawang yang elitis, di mana nama-nama mapan dan pahlawan tak terduga memberikan kontribusi yang menentukan. Dari penampilan bersejarah Vozinha hingga konsistensi rekor Simon, para kiper ini membuktikan nilai mereka di panggung terbesar sepak bola.
