Paus Leo XIV serukan perlindungan untuk rakyat Lebanon
Berita Dunia

Paus Serukan Perlindungan bagi Rakyat Lebanon di Tengah Konflik

VATICAN CITY – Paus Leo XIV menyatakan kepeduliannya terhadap rakyat Lebanon pada 12 April, menekankan adanya “kewajiban moral” untuk melindungi mereka, sekaligus mendesak pihak-pihak yang terlibat dalam konflik untuk mencari jalan damai.

Lebanon telah terjerat dalam konflik di Timur Tengah sejak Maret ketika Israel melanjutkan serangan terhadap kelompok Hezbollah yang didukung oleh Iran. Menurut laporan, lebih dari 2.000 orang telah kehilangan nyawa akibat serangan udara Israel tersebut.

Dalam pidatonya di Lapangan St. Peter setelah doa Regina Coeli, Paus Leo XIV mengungkapkan, “Saya lebih dekat dari sebelumnya, di hari-hari kesedihan ini, ketakutan, dan harapan yang tak terpuaskan kepada Tuhan, kepada rakyat Lebanon tercinta.”

Paus juga menekankan bahwa prinsip kemanusiaan yang tertanam dalam hati setiap individu dan diakui dalam hukum internasional, menciptakan kewajiban moral untuk melindungi populasi sipil dari dampak mengerikan perang.

Tanpa menyebut nama-nama tertentu, Paus kembali menyerukan semua pihak untuk mencari penyelesaian damai. Pernyataan ini disampaikan ketika upaya perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Pakistan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah belum membuahkan hasil.

Pada 11 April, dalam sebuah doa untuk perdamaian, Paus Leo menyampaikan kritik yang cukup tajam mengenai perang tersebut, mendesak para pemimpin untuk menghentikan kekerasan. “Berhenti! Saatnya untuk perdamaian! Duduklah di meja dialog dan mediasi, bukan di meja yang merencanakan peremajaan persenjataan dan keputusan tindakan mematikan!” serunya.

“Cukup dengan penyembahan diri dan uang! Cukup dengan pamer kekuasaan! Cukup sudah perang!”

Paus yang memimpin 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia ini secara konsisten menyerukan penurunan ketegangan dalam perang yang saat ini terjadi antara AS dan Israel melawan Iran, serta perlunya solusi diplomatik.

Pada 13 April, Paus Leo XIV dijadwalkan berangkat ke Aljazair untuk memulai tur selama 11 hari di Afrika, di mana ia akan menyampaikan pesan untuk membangun jembatan dengan dunia Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *