Ilustrasi puasa dan manfaat kesehatan di bulan Ramadan
Kesehatan

Tanda Anda Mendapatkan Manfaat Sehat dari Puasa Ramadan

Puasa di bulan Ramadan bukan hanya sekadar ritual spiritual, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik. Menurut Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, salah satu indikator bahwa seseorang memperoleh manfaat kesehatan dari puasa adalah penurunan berat badan. Dia menegaskan bahwa jika berat badan turun sekitar 5% dari berat awal saat Ramadan berakhir, maka bisa dikatakan bahwa orang tersebut mendapatkan hikmah sehat dari puasa.

“Namun, jika berat badan tetap sama atau malah naik, orang tersebut tidak mendapatkan hikmah puasa yang sehat,” ujarnya dalam konferensi pers bersama Primaya Hospital di Jakarta pada 5 Maret 2026.

Perubahan Metabolisme Saat Puasa

Selama menjalani puasa, terjadi berbagai perubahan metabolisme dalam tubuh, salah satunya adalah penurunan kadar lemak dalam darah. Namun, manfaat ini seringkali bersifat sementara jika pola makan setelah Ramadan tidak diperhatikan. Prof. Ari mengungkapkan, dalam penelitian yang dilakukannya, perubahan positif pada kesehatan yang dirasakan selama puasa dapat kembali ke kondisi semula dalam waktu yang relatif singkat.

“Setelah satu bulan, kondisi kesehatan dapat kembali seperti sebelum puasa. Ini menjadi tantangan berat, karena sangat sulit untuk mempertahankan perubahan positif itu,” tambahnya.

Pola Makan Sehat Pasca Ramadan

Untuk mengantisipasi terulangnya kondisi kesehatan yang buruk, Ari menyarankan masyarakat untuk menjaga pola makan dengan mengurangi konsumsi makanan berlemak dan memperbanyak sayur. Selain itu, tetap aktif bergerak juga penting untuk menjaga keseimbangan antara asupan kalori dan aktivitas fisik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melanjutkan pola makan seperti Intermittent Fasting, misalnya dengan melaksanakan puasa sunnah pada hari Senin dan Kamis. Dengan cara ini, jumlah kalori yang dikonsumsi tetap terjaga.

Mencegah Gangguan Pencernaan

Menjaga pola makan yang baik seperti di bulan Ramadan juga terbukti dapat menurunkan risiko terkena GERD atau maag. Menurut Prof. Ari, pola makan yang buruk adalah salah satu penyebab utama munculnya penyakit ini, disamping faktor-faktor lain seperti tingkat stres, kebiasaan merokok, kurang tidur, dan obesitas.

“Pada dasarnya, GERD dapat sembuh jika faktor-faktor penyebabnya diperbaiki dan jika pengobatan dijalani secara teratur,” tegasnya.

Kesimpulan

Puasa Ramadan menawarkan berbagai manfaat bagi kesehatan, tidak hanya secara spiritual tetapi juga fisik. Namun, agar manfaat tersebut bertahan lama, penting bagi kita untuk menjaga pola makan dan gaya hidup sehat setelah bulan suci berakhir. Dengan menjaga keseimbangan antara asupan gizi dan aktivitas fisik, kita tidak hanya dapat memperoleh hikmah puasa yang sehat, tetapi juga mencegah berbagai masalah kesehatan di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *