Harga diesel Eropa naik akibat ketegangan di Timur Tengah
Berita Ekonomi

Lonjakan Harga Diesel di Eropa: Dampak Perang Timur Tengah

Harga bahan bakar diesel di Eropa mengalami lonjakan lebih dari 30% sejak awal perang di Timur Tengah. Kenaikan ini mengungkapkan ketergantungan Eropa terhadap energi impor dan pentingnya diesel di pasar otomotif. Saat libur Paskah, antrean di pom bensin diperkirakan akan semakin panjang karena meningkatnya permintaan.

Dampak Lonjakan Harga Diesel

Sebelum perang, harga diesel sudah berada di bawah tekanan. Para ahli memperkirakan bahwa harga akan terus meningkat, yang akan berdampak pada inflasi, selama perdagangan melalui Selat Hormuz tetap terhambat. Harga per barel diesel di Eropa mencapai lebih dari US$200 pada 2 April, tertinggi sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Maret 2022.

Ketergantungan Terhadap Diesel

Diesel merupakan bahan bakar yang sangat umum digunakan di Eropa. Meskipun mobil listrik semakin populer, diesel tetap menjadi bahan bakar yang paling banyak digunakan. Truk, traktor pertanian, bus, mesin konstruksi, dan bahkan pengiriman sangat bergantung padanya. Menurut FuelsEurope, diesel menyumbang 86% penjualan bahan bakar transportasi di Latvia pada 2024, 73% di Prancis, dan 66% di Jerman.

Kenaikan Harga di Berbagai Negara

Di Inggris, Prancis, dan negara-negara lain, harga diesel meningkat lebih dari 30% sejak serangan udara AS-Israel di Iran, yang menyebabkan terhambatnya Selat Hormuz. Sementara itu, harga bensin biasa di Prancis hanya naik 17%, menurut statistik pemerintah.

Belanda mencatat harga diesel termahal di Eropa, yakni lebih dari US$2.80 per liter, yang sekitar 20% lebih tinggi dibandingkan dengan Italia, negara termurah yang disurvei oleh RAC, sebuah organisasi otomotif asal Inggris.

Masalah Pasokan dan Solusi yang Mungkin

Selama bertahun-tahun, diesel lebih murah dibandingkan bensin. Pada akhir abad ke-20, pemerintah dan perusahaan otomotif mendorong masyarakat untuk membeli mobil bermesin diesel. Namun, tidak cukup banyak kilang yang dibangun untuk memenuhi permintaan bahan bakar ini, dan dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah memberlakukan pajak yang lebih tinggi.

Uni Eropa kini menjadi eksportir netto bensin, terutama ke Amerika Serikat dan Afrika, tetapi masih tergantung pada impor diesel. Rusia sebelumnya merupakan sumber utama diesel untuk Eropa, tetapi invasi besar-besaran Moskow ke Ukraina pada 2022 memicu sanksi internasional yang memperparah situasi.

Saat ini, negara-negara anggota Uni Eropa mencari pasokan diesel dari India, Turki, Amerika Serikat, dan Arab Saudi. Negara-negara Timur Tengah menyuplai lebih dari setengah diesel yang digunakan Eropa pada 2025, tetapi sekitar sepertiga dari pasokan itu melewati Selat Hormuz.

Upaya Mengatasi Krisis

Eropa kini berjuang untuk menemukan alternatif. Slovakia pada bulan Maret memerintahkan pembatasan penjualan diesel selama 30 hari, sementara negara asing harus membayar lebih untuk bahan bakar di sana. Irlandia dan Spanyol sementara memotong pajak yang dikenakan pada bahan bakar ini.

Seorang ahli dari TotalEnergies, perusahaan energi Perancis yang memiliki enam kilang di Eropa, menyatakan bahwa kilang-kilang sedang beroperasi pada kapasitas penuh. “Bahkan dengan penyesuaian maksimal, ruang untuk manuver tetap minimal,” tambahnya.

Jika terjadi kekurangan bensin biasa, Eropa dapat mengurangi ekspornya. Namun, hal ini tidak berlaku untuk diesel. “Solusi yang paling efisien dan ekonomis bagi Eropa adalah mendatangkan diesel dari Rusia,” kata Ms. Bell, namun Uni Eropa tidak akan mencabut sanksi dalam waktu dekat.

Kesimpulan

Dengan harga diesel yang terus melonjak dan ketergantungan Eropa terhadap bahan bakar ini, dampak dari pergeseran pasokan yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah menjadi perhatian utama. Jika situasi ini berlanjut, implikasi bagi ekonomi Eropa dan potensi inflasi akan semakin memburuk. Oleh karena itu, penting bagi Eropa untuk menemukan solusi yang akan mendiversifikasi sumber pasokan energi mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *