Rekonstruksi Gaza: kebutuhan mendesak dan bantuan internasional
Berita Internasional

Lebih dari $71 Miliar Diperlukan untuk Membangun Kembali Gaza

GENEVA – Sebuah laporan terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa (UE) mengungkapkan bahwa lebih dari USD 71 miliar akan diperlukan selama dekade mendatang untuk pemulihan dan rekonstruksi di Gaza yang hancur akibat perang. Laporan ini dirilis pada tanggal 20 April dan menjadi bagian dari Gaza Rapid Damage and Needs Assessment (RDNA) yang menyimpulkan bahwa lebih dari dua tahun konflik di wilayah Palestina telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah.

Kebutuhan Pemulihan yang Mendesak

Menurut laporan tersebut, kebutuhan untuk pemulihan dan rekonstruksi diperkirakan mencapai USD 71,4 miliar. Angka ini dikembangkan dengan koordinasi dari Bank Dunia. Sebagian besar infrastruktur di Gaza, termasuk sekolah dan rumah sakit, telah mengalami kerusakan parah akibat serangan militer Israel yang menyusul serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober 2023.

Laporan itu mencatat bahwa sekitar USD 26,3 miliar diperlukan dalam 18 bulan pertama untuk memulihkan layanan penting, membangun kembali infrastruktur kritis, dan mendukung pemulihan ekonomi. Kerusakan fisik pada infrastruktur diperkirakan mencapai USD 35,2 miliar, sementara kerugian ekonomi dan sosial mencapai USD 22,7 miliar.

Dampak Perang Terhadap Penduduk Gaza

Gaza saat ini berada di bawah gencatan senjata yang rapuh setelah dua tahun konflik yang menghancurkan, yang dimulai dengan serangan Hamas pada Israel. Serangan itu mengakibatkan 1.221 orang tewas di Israel, sebagian besar adalah warga sipil. Di sisi lain, kampanye militer Israel mengakibatkan lebih dari 72.000 orang tewas di Gaza, yang juga sebagian besar adalah warga sipil, menurut data dari kementerian kesehatan wilayah tersebut yang dianggap dapat dipercaya oleh PBB.

Skala Kerusakan yang Mengerikan

Menurut RDNA, sekitar 371.888 unit perumahan telah hancur atau rusak, lebih dari 50% rumah sakit di wilayah tersebut tidak berfungsi, dan hampir seluruh sekolah telah hancur atau rusak. Saat ini, sekitar 1,9 juta orang – hampir seluruh populasi Gaza – telah mengungsi, sering kali beberapa kali, dan lebih dari 60% populasi telah kehilangan tempat tinggal.

Ekonomi Gaza juga mengalami kontraksi sebesar 84%. Laporan itu menekankan bahwa kondisi kehidupan, pendapatan, ketahanan pangan, kesetaraan gender, dan inklusi sosial telah mengalami kemunduran yang signifikan, sehingga memundurkan perkembangan manusia di Jalur Gaza selama 77 tahun.

Pentingnya Dukungan Internasional

PBB dan UE menekankan bahwa mengingat skala kebutuhan yang sangat besar, upaya pemulihan harus berjalan paralel dengan tindakan kemanusiaan di Gaza. Mereka menekankan perlunya kepemimpinan Palestina dalam proses rekonstruksi dan pentingnya mengalihkan kekuasaan kepada Otoritas Palestina, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan.

Resolusi tersebut, yang diadopsi pada November lalu, menyambut baik pembentukan Dewan Perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump untuk mendukung rekonstruksi Gaza. PBB dan UE juga menekankan perlunya kondisi yang mendukung agar resolusi tersebut dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.

Kondisi yang Diperlukan untuk Rekonstruksi

  • Gencatan senjata yang berkelanjutan dan keamanan yang memadai.
  • Akses kemanusiaan yang tidak terhambat dan pemulihan layanan penting secara segera.
  • Pergerakan bebas orang, barang, dan bahan rekonstruksi, baik di dalam Gaza maupun antara Gaza dan Tepi Barat.

Tanpa kondisi tersebut, PBB dan UE memperingatkan bahwa baik pemulihan maupun rekonstruksi tidak akan berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *